Breaking News

Thursday, 8 September 2016

Pelatihan Kemandirian Keterampilan Pembuatan Keset Di Rutan Kudus

Dalam rangka untuk meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia. Rutan Kudus berkerja sama dengan Bapas Pati melakukan pelatihan ketrampilan pembuatan keset dari bahan kain perca. 

“Rutan Kudus dan Bapas Pati dalam pemberian ketrampilan kepada WBP ini merupakan wujud kepedulian terhadap kehidupan dan masa depan WBP. Untuk itulah kami memberikan ketrampilan ini dengan tujuan agar WBP khususnya di Rutan Kudus ini memiliki kegiatan sekaligus ketrampilan walaupun sangat sederhana akan tetapi nantinya akan berguna bagi WBP kelak di masyarakat, “ arahan Masjuno selaku Kepala Rutan Kudus yang sekaligus membuka kegiatan tersebut. Kamis ( 8/9). 

Pelatihan ini diikuti oleh 20 Orang Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Kudus yang masih menjalani pidana kurungan tergabung dalam program kegiatan pelatihan kemandirian. Selama pelatihan mereka dipandu oleh narasumber dari Bapas Pati sebanyak 4 Orang dalam pemanduan pembuatan keset di Rutan Kudus. Kegiatan kemandirian dibawah pengawasan Bapak H. KUSMANTO selaku pengelola pembinaan Kemandirian di Rutan Kudus. 

Sebagian besar Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Kudus yang mengikuti pelatihan ini berpendapat, sangat senang dan berantusias mengikuti pelatihan pembuatan keset dengan baik. Selain untuk mengisi waktu luang dalam menjalani sisa masa Pidana, kami jua mendapatkan bekal keterampilan yang sangat luar biasa bagus. Bagi kami bisa berguna sebagai bekal hidup,penghidupan serta mencari nafkah keluarga kami setelah selesaai menjalani masa Pidana ini, Ujar WBP Rutan Kudus.

Pembukaan Pembinaan Kemandirian 


Kepala Rutan Kudus “M A S J U N O “ mengungkapkan pelatihan pembuatan keset bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Kudus ini digelar dalam rangka untuk menciptakan Sumber Daya Manusia yang siap bekerja, Serta bekal keterampilan bagi Narapidana Yang telah selesai menjalani masa hukuman pidananya sebagai bekal kembali membaur ke masyarakat guna ikut berperan aktif dalam pembangunan bangsa Indonesia, dalam hal ini pengrajin keset dengan latar belakang Narapidana. Sehingga nantinya Stigma Masyarakat yang memandang NEGATIF bagi para mantan Narapidana bisa dibuktikan dengan kembalinya ke masyarakat luas mereka sudah siap untuk bekerja dengan bekal ketrampilan kemandirian yang di dapat selama menjalani masa pidana di Rutan Kudus.

Pemantauan Bapak Kepala Rutan Kudus 

Hasil Karya WBP Rutan Kudus 

“Kalau Narapidana telah selesai menjalani pidananya, Masyarakat tidak menerima mereka dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan maka tidak menutup kemungkinan mereka akan berbuat melanggar Hukum kembali. Kolaborasi ini sangat penting dilakukan demi meningkatkan Sumber Daya Manusia yang sesuai dengan kemampuan masing-masing. pendapatan masyarakat. Misalnya, Mantan Narapidana yang tidak memiliki perkerjaan, maka Narapidana tersebut masih bisa menganyam keset yang nantinya juga bisa dijual,” ungkap MASJUNO, Selaku Kepala Rutan Kudus.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Bapas Pati, RM. Dwi Arnanto. Menurutnya, dalam pelatihan ini Warga Binaan Pemasyarakatan di Rutan Kudus diajarkan proses pembuatan keset dari kain perca supaya mereka tahu cara pembuatannya sebelum mereka menerapkannya setelah selesai menjalani masa pidana di Rutan Kudus.

Dalam pelatihan ini menurut Dwi Arnanto, Warga Binaan Pemasyarakatan di Rutan Kudus ini di didik agar memahami proses pembuatan keset. Sehingga mereka bisa membuat keset diwaktu kosong sambil menunggu masa pidananya selesai. “Diharapkan setelah terampil dan ahli, mereka bisa memproduksi sendiri keset dari kain perca. Setelah itu bisa menularkan ilmunya kepada orang lain,” jelas Dwi Arnanto.

Ke depan “MASJUNO” berharap agar nantinya produk yang dijual oleh Narapidana meningkat tidak hanya keset saja, tetapi bisa berkembang ke Keterampilan Pembinaan Kemandirian lain dalam rangka untuk menambah kemampuan bekal keterampilan bersaing di MEA [ Masyarakat Ekonomi ASEAN ] dengan memaksimalkan lahan yang terbatas serta SDM Yang ada di Rutan Kudus.

“Pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam menciptakan kemandirian berwirausaha di Kabupaten Kudus. Kami akan terus melakukan pelatihan kemandirian baru. Karena kewirausahaan tersebut merupakan bekal keterampilan kemandirian bagi WBP Rutan Kudus, serta dapat membantu pertumbuhan ekonomi lokal,” terang Masjuno.