Kudus – Senin (11/02/2019) Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kudus yang semakin marak belakangan ini membuat Rutan Kudus lebih waspada. Hari ini pihak Rutan Kudus melakukan fogging atau penyemprotan jentik-jentik nyamuk guna mencegah penyakit tersebut masuk ke rutan.
Kegiatan ini dimulai dari pukul 07.30 WIB sampai pukul 08.00 WIB. Dari pantauan di lapangan, seluruh ruangan yang ada di Rutan disemprot dengan merata.
Kepala Subsi Pelayanan Tahanan Rutan Kudus, Eko Budihartanto mengatakan jika kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terjangkit penyakit DBD. Apalagi mulai banyaknya kasus DBD di Kudus.
“Karena itu kita lakukan kegiatan ini,” jelas Eko.
Selain penyemprotan pihaknya juga menerangkan jika telah menerapkan piket harian bagi para warga binaan. Ini bertujuan supaya kondisi di lingkungan Rutan Kudus senantiasa terjaga kebersihannya.
“Semoga tidak ada kasus DBD di Rutan Kudus,” terang Eko.
Hingga saat ini belum ada indikasi warga binaannya terkena demam berdarah. Hanya memang karna cuaca ada beberapa warga binaan yang terkena flu ringan.
Terkait hal ini, Kepala Rutan Kudus Budi Prajitno, A.Md.IP, SH, MH mengimbau kepada para warga binaan untuk terus menjaga kebersihan kamarnya masing-masing. Ia pun berpesan supaya para warga binaan untuk tidak menutup jendela kamar dengan baju-baju yang sudah tidak dipakai.
Sementara itu, Hari salah satu warga binaan mengaku senang dengan adanya penyemprotan seperti ini. Ia juga mengucapkan banyak terimakasih karena telah pedulu terhadap kesehatan dari para warga binaan di Rutan Kudus.
“Ya senang, karna merasa kesehatan kami diperhatikan,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Joko Dwi Putranto melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Hikari Widodo mengatakan jika hingga akhir Januari kasus Demam Berdarah di Kudus terbilang tinggi bahkan cenderung naik.
Ia mengungkapkan berdasarkan data yang dihimpun dinasnya higga akhir bulan Januari 2019, ada sebanyak 25 kasus DBD di Kudus. Di mana 20 di antaranya telah dinyatakan sembuh.
“Satu orang sudah meninggal dan sisanya masih dalan proses pengobatan,” jelas Widodo.


